Ini Objek Wisata Sejarah dan Religi di Pulau Serangan

Pura Sakenan
Persembahyangan umat di Pura Sakenan.
  • PURA Sakenan adalah salah satu pura umat Hindu di Bali, tepatnya berada di Pulau Serangan, Denpasar Selatan
  • Keunikan pura ini adalah berumur hampir 1000 tahun dan dibuat dari bahan karang yang ada di sekitarnya. Kini menjadi objek wisata sejarah dan religi.

Karena di Bali ada ribuan pura, kemudian pulau ini mendapat sebutan Pulau Seribu Pura. Nah, di antara pura-pura itu ada yang namanya kahyangan jagat, dimana salah satunya adalah Pura Sakenan. Pura ini berlokasi di Desa Serangan (Pulau Serangan), Denpasar Selatan. Keindahan yang ditawarkan Pulau kecil ini tidak kalah mengagumkan dibanding objek wisata lainnya.

Pulau Serangan

Luasan Pulau Serangan yang kecil ini mencapai sekitar 379 hektar dan berjarak sekitar 250 meter dari lepas pantai tenggara Bali yang ditumbuhi pohon bakau.

Sebelum direklamasi, Pulau Serangan adalah pulau terpisah dari daratan Pulau Bali dan hanya dapat dicapai melalui jalur laut. Masyarakat setempat ke Pulau Bali dan sebaliknya harus naik perahu tradisonal. Demikian pula umat dari Bali yang hendak bersembahyang ke Pura Sakenan. Lalu setelah direklamasi, kawasan ini mudah diakses lewat jalur darat karena dibangun sebuah jembatan.

Sejarah Pura Sakenan

Secara fisik, halaman pura dibagi menjadi tiga bagian yaitu: utama, madya dan nista mandala dan masing-masing dibatasi tembok keliling lengkap dengan candi bentar. Uniknya, bangunan Pura Sakenan ini dibuat dari batu kapur dan karang merah sesuai dengan bahan yang tersedia di kawasan sekitarnya.

Menurut prasasti Desa Sading, Mengwi, Badung, Pura Sakenan dibangun oleh Danghyang Nirartha ketika Bali diperintah oleh raja Sri Masula Masuli, yang bertahta dari tahun Caka 1100 (1178 Masehi) selama 77 tahun.

Ketika Danghyang Nirartha melakukan tirtayatra atau perjalanan suci ke Pulau Bali, beliau sempat singgah di Pulau Serangan. Baginya, keindahan pulau mungil ini sangat mengagumkan, dengan alam lautnya yang memesona. Karena itu, beliau memutuskan untuk bermalam di sana. Akhirnya, di bagian Barat pulau itu beliau mendirikan Pura Sakenan.

Di pura ini, umat Hindu memuja Dewa Baruna sebagai manifestasi Tuhan yang bertugas sebagai penjaga Segara Kertih (ketenangan samudera) untuk keselamatan alam semesta.

Pujawali atau piodalan Pura Sakenan jatuh setiap 210 hari sekali tepatnya pada hari Raya Kuningan atau Sabtu Kliwon wuku Kuningan. Umat Hindu dari berbagai daerah di Bali (sebelum pandemi) berduyun-duyun hadir untuk melakukan persembahyangan atau puja bhakti di pura.

Serangkaian dengan piodalan di Pura Sakenan, setidaknya umat melakukan persembahyangan di tiga pura, yaitu Pura Susunan Wadon (kira-kira 500 meter sebelah timur pura utama), Pura Susunan Agung dan Dalem Sakenan pada pinggir pantai tepi Barat.

Aktivitas wisata

Beraneka aktivitas wisata yang dapat dinikmati di kawasan Pulau Serangan. Di antaranya ada objek wisata sejarah yang disebutkan di atas (Pura Sakenan). Ada pula pusat penangkaran penyu dimana wisatawan bisa menyaksikan penetasan telur penyu, tukik atau anakan penyu dan penyu dewasa. Mereka dibuatkan kolam tersendiri.

Kemudian, pulau mungil ini juga menawarkan sejumlah wisata bahari antara lain wisata menyelam, memancing, jetski serta kegiatan menarik lainnya seperti yang ada di Tanjung Benoa.

Bila tiba saatnya mengambil foto selfie, jembatan penghubung Bali daratan dan Pulau Serangan dapat menjadi pilihan. Ada latar belakang pura, perahu dan kapal ikan, hutan bakau di sebelah timur. Sementara di sebelah barat ada juga hutan bakau serta Pelabuhan Benoa dengan sejumlah kapal besarnya.

Nah, untuk mengakhiri perjalanan di Pulau Serangan, Anda bisa mampir di pusat kuliner a la Serangan yang berlokasi di pintu masuk ke Desa Serangan yang menawarkan aneka hidangan ikan laut seperti menu ikan bakar, sup ikan dan sup kepiting. Anda bisa mencoba citarasa khas ikan bakar di sini yang disajikan dengan sambal matah.

Bila masih ada sisa waktu, Anda juga dapat menjelajahi kuliner lainnya khas Pulau Serangan. Mereka biasanya dijual di warung-warung makan pinggir jalan. Ada krupuk klejat, yaitu camilan yang dibuat dari sejenis kerang laut yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hidangan krispi dan enak. Selain itu, ada juga rujak bulung atau rujak rumput laut dengan citarasa yang unik.

Related posts