Pariwisata Kreatif Melibatkan Wisatawan Secara Aktif

  • Whatsapp
Ilustrasi wine tasting
Ilustrasi wine tasting (Foto: Luckylife11/ Pixabay)
banner 468x60
  • PARIWISATA kreatif atau creative tourism dianggap sebagai generasi baru pariwisata yang melibatkan wisatawan dan masyarakat lokal dalam penciptaan produk wisata
  • Dengan mengambil pariwisata kreatif, wisatawan dapat memperkaya pengalaman mereka melalui berbagai kursus atau kelas seperti memasak, membuat keramik, berkebun, menari tradisional dan sebagainya.

Umumnya ketika berwisata (pada ‘pariwisata konvensional’), para pengunjung hanya datang melihat-lihat di sekitar destinasi wisata, menonton pertunjukkan, mengambil foto-foto atau menikmati hidangan. Nah, kini ada istilah yang bernama pariwisata kreatif. Apakah itu?

Definisi pariwisata kreatif menurut Richards dan Raymond (2000): pariwisata yang menawarkan kesempatan kepada pengunjung untuk mengembangkan potensi kreatif mereka secara aktif berpartisipasi dalam kursus dan pengalaman belajar yang merupakan karakteristik dari destinasi liburan tersebut.

Ciri-ciri pariwisata kreatif

  1. Mengandalkan sumber daya kreatif dan klaster kreatif serta memberikan pengalaman kreatif.
  2. Mengembangkan kreativitas wisatawan melalui partisipasi aktif mereka dalam pengalaman yang menjadi ciri khas destinasi tersebut.
  3. Memberikan kemungkinan untuk mengembangkan potensi kreatif sendiri melalui pengalaman yang terkait dengan budaya berbagai tempat dalam sejumlah bidang, seperti masakan, lukisan, fotografi, kerajinan, pertanian dan liburan seni.
  4. Menjadi alternatif wisata minat khusus untuk bentuk konsumsi budaya pariwisata secara masif, di mana wisatawan memiliki kemungkinan untuk mengembangkan modal kreatif mereka melalui keterlibatan dengan penduduk setempat.

Beberapa bidang pariwisata kreatif

Ada beberapa bidang pariwisata kreatif yang sering dihadirkan sebagai atraksi wisata dengan beragam aktivitas menarik dan menggugah rasa ingin tahu yang mereka bisa ikuti seperti:

1. Gastronomi: wisatawan bisa mengambil kelas memasak menu masakan atau minuman yang menjadi ciri khas  masyarakat setempat. Melalui acara ini, mereka bisa berinteraksi dengan penduduk lokal atau berbagi pengalaman bersama teman-temannya. Ada paket wisata yang mengajak mereka berbelanja bahan masakan ke pasar tradisional setempat, menyiapkan masakan dan kemudian menyantapnya bersama-sama.

2. Bidang Seni: Ada kelompok wisatawan yang ingin mengadakan pentas paduan suara selama perjalanan mereka atau pentas musik lainnya di setiap tempat yang mereka kunjungi. Di sisi lain ada juga wisatawan yang mengambil kelas melukis, menari, mengukir atau membuat keramik yang menjadi kekhasan budaya masyarakat setempat karena ingin mendapatkan pengalaman unik dan belajar langsung dari orang pertama.

3. Pertanian: petani lokal mengajak wisatawan menanam komoditas tanaman tertentu atau memanennya. Misalnya, mereka mengunjungi perkebunan anggur atau cokelat, kemudian melihat proses panen hingga pembuatan produk jadi dari hasil panen tersebut.

Dalam hal ini, wisatawan ingin ‘merasakan’ budaya lokal dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan seni dan kreatif. Pada intinya, mereka ingin menikmati pengalaman baru dimana mereka bisa merasa “seperti orang lokal.”

Penghargaan pariwisata kreatif

Menurut siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bulan Februari lalu Wonderful Indonesia berhasil meraih Best Creative Destination di Ajang Creative Tourism Awards 2020 dengan mengalahkan 76 nominasi destinasi lainnya di seluruh dunia.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Creative Tourism Network yang bertujuan memberi penghargaan kepada program dan destinasi di seluruh dunia yang menunjukkan komitmen untuk mewujudkan pariwisata yang berbudi luhur.

“Wonderful Indonesia yang dijalankan dengan visi inovatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dalam pelaksanaan program berkelanjutannya berhasil menciptakan sinergi yang baik antara sektor pariwisata, industri kreatif, kerajinan tangan, dan masyarakat lokal,” ujar Direktur Creative Tourism Network, Caroline Couret, dalam keterangan tertulisnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60