- KOTA Denpasar menawarkan beberapa objek wisata untuk dikunjungi yang sering dimasukkan ke dalam paket City Tour atau Wisata Kota
- Ada Museum Bali, Pasar Badung, Pantai Sanur dan beberapa objek yang lainnya
Kota Denpasar memiliki sejumlah objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari dulu hingga kini. Beberapa di antaranya sering dimasukkan ke dalam paket Wisata Kota atau City Tour oleh biro perjalanan wisata. Berikut ini adalah 7 objek favorit.
Lapangan Puputan Badung
Lapangan Puputan Badung yang berlokasi di jantung Kota Denpasar menjadi saksi bisu pertempuran sengit antara Raja Denpasar beserta rakyatnya melawan tentara Belanda. Untuk mengenang pertempuran tersebut, di sisi utara lapangan dibangun monumen yang menggambarkan prajurit kerajaan yang gagah berani walaupun bersenjatakan keris, bambu runcing dan tombak.
Lapangan ini diperindah dengan taman bunga, arena bermain, jogging track, lantai permainan catur, bangku taman dan sarana lainnya untuk bersantai dan berolah raga ringan. Dengan demikian, setiap pengunjung dan warga kota akan bisa menikmati keindahan dan merasakan kesegaran walaupun di tengah kota.
Museum Bali
Museum Bali menyimpan berbagai peninggalan masa lampau manusia dan etnografi. Gagasan pendirian museum ini berawal pada tahun 1910 saat Asisten Residen Bali Selatan yang dijabat oleh WFJ Kroon, yang juga adalah seorang aristek.
Museum ini terletak di dekat titik nol Kota Denpasar, yaitu Patung Catur Mukha, Lapangan Puputan Badung dan bersebelahan dengan Pura Jagatnatha.
Koleksi museum terdiri dari benda-benda etnografis seperti peralatan dan perlengkapan hidup, kesenian, keagamaan, bahasa tulisan, dan lainnya yang mencerminkan kehidupan dan perkembangan kebudayaan masyarakat Bali di masa lampau.
Alamat: Jalan Letkol Wisnu, Denpasar
Pusat Penjualan Kain
Berlokasi di sebelah timur Pasar Badung, kawasan pertokoan ini sudah berumur lebih dari setengah abad yang memanjakan konsumen mereka dengan aneka produk tekstil nusantara dan lokal seperti batik, endek, songket dan lain-lain. Jadi bila berkunjung ke Denpasar, sempatkan diri untuk mampir di sini.
Alamat: Jalan Sulawesi Denpasar
Dibangun pada tahun 1987, monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) saat ritual keagamaan.
Pembangunan monumen ini bertujuan untuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan kebudayaan Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan kemajuan dan tantangan.
Alamat: Lapangan Puputan Margarana, Jalan Raya Puputan Renon
Waktu operasional: Senin-Jumat: 08:30-17:00 WITA sedangkan Sabtu-Minggu pukul 09:30-17:00 WITA
Pasar Badung
Pasar Badung yang sudah dibangun kembali pasca kebakaran menampilkan wajah berdesain baru yang kekininan. Setiap pengunjung akan merasakan kenyamanan dan keasyikkan belanja karena sudah didukung fasilitas moderen. Ada parkir elektronik, alat pembayaran elektronik, interior moderen dan lain-lain.
Bila menginginkan aneka produk suvenir, Anda bisa dapatkan di Pasar Kumbasari, di seberang Tukad Badung atau Sungai Badung. Kemudian, bila ingin bersantai di sela-sela kunjungan, Anda bisa berjalan-jalan di bantaran sungai yang sudah ditata demikian indahnya dengan berbagai ornamen seni pada dinding sungai. Ada bangku panjang, kursi serta jembatan ponton untuk bersenang-senang. Namun, untuk keselamatan perhatikan keadaan air sungai apakah aman atau sedang bah.
Alamat: Jalan Gajah Mada
Museum Le Mayeur
Museum Le Mayeur berlokasi di Pantai Sanur. Namanya diambil dari nama sang pendiri, Andrien Jean Le Mayeur De Merpres, seorang pelukis asal Belgia kelahiran tanggal 9 Februari 1880 di Ixelles, Brussel.
Perjalanannya ke Bali dilakukan pada tahun 1932 dengan kapal laut melalui pelabuhan Buleleng, dan Singarajalah kota pertama yang disinggahinya. Lalu melanjutkan perjalanan ke Denpasar dan menyewa rumah di Banjar Kelandis Denpasar. Perkenalannya dengan Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong, kelahiran 3 Maret 1917 berawal di sini. Sang penari kemudian dipersunting dan sekaligus menjadi model lukisannya.
Le Mayeur banyak mengekspos kebudayaan dan keindahan alam Bali. Saat berpameran di luar negeri, Pulau Bali pun diperkenalkan lewat karya-karya lukisannya.
Rumah tinggalnya yang juga dijadikan studio lukisnya akhirnya dihibahkan kepada pemerintah RI dan dijadikan Museum Le Mayeur. Sekitar 88 buah lukisan dalam berbagai media dipajang di museum ini sebagai koleksi.
Alamat: Jalan Hang Tuah Sanur, Pantai Sanur
Pantai Sanur
Pantai Sanur yang berpasir putih sudah dikenal wisatawan asing paling tidak sejak tahun 1930an saat kedatangan Miquel Covarubias, antropolog Meksiko, bersama koleganya. Malahan Le Mayeur, seorang pelukis kelahiran Belgia, bermukim dan beraktivitas di kawasan Pantai Sanur.
Pantai ini juga menarik para peselancar yang ingin menjelajahi terumbu karang di sekitar Sanur meskipun pantainya bisa dangkal saat air surut. Untuk berenang dan snorkeling juga bagus, namun harus selalu perhatikan keselamatan.
Kawasan wisata Pantai Sanur dan sekitarnya sudah didukung fasilitas pariwisata lengkap seperti restoran, villa mewah hingga hotel bintang lima. Jadi tidak perlu khawatir tentang masalah ini. Selain itu, Pantai Sanur juga menjadi titik keberangkatan bagi wisatawan menuju Nusa Penida dan dua pulau kecil di dekatnya.
Beberapa titik di Pantai Sanur yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Pantai Matahari Terbit, Pantai Jalan Hang Tuah, Pantai Sindu, Pantai Karang dan Pantai Mertasari.
Taman Werdi Budaya
Taman Werdi Budaya (TWB) atau Bali Art Center yang didirikan pada tahun 1979 menjadi saksi sejarah dan pusat pementasan kesenian Bali hampir selama 45 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, puluhan ribu pementasan sudah dihadirkan.
Kawasan Taman Werdi Budaya adalah sebuah kompleks bangunan bergaya arsitektur tradisional Bali yang membentang di areal dengan luasan sekitar 5 hektar. Semua bangunan yang berdiri kokoh dan indah tersebut membelah kawasan TWB menjadi bagian utara dan selatan.
Beberapa bangunan yang sering digunakan sebagai tempat pementasan kesenian dalam rangka acara tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) adalah panggung terbuka Ardha Candra (ampiteater), Panggung tertutup Ksirarnawa, Kalangan Ayodya, Kalangan Ratna Kanda dan Kalangan Angsoka.
Alamat: Jalan Nusa Indah, Denpasar