“WILD” adalah memoar perjalanan yang jujur dan menggetarkan tentang seorang wanita muda, Cheryl Strayed, yang mencoba menyelamatkan dirinya dari jurang kehancuran emosional dengan melakukan perjalanan soliter yang epik dan brutal di alam liar.
Kisah ini berlatar empat tahun setelah bencana besar menimpa kehidupan Cheryl pada usia 22 tahun: kematian mendadak ibunya, Bobbi, akibat kanker paru-paru. Ibu Cheryl adalah satu-satunya sumber stabilitas, cinta tanpa syarat, dan harapan dalam hidupnya, terutama setelah meninggalkan ayah Cheryl yang kasar. Kematian Bobbi memecah belah keluarga Cheryl dan melontarkannya ke dalam spiral perilaku merusak diri sendiri.
Masa-Masa Kehancuran (The Lost)
Cheryl, yang putus asa dan tidak mampu mengatasi kesedihan yang mendalam, mulai menyabotase kehidupannya sendiri. Ia menjauh dari saudara-saudaranya, menceraikan suaminya, Paul (seorang pria baik yang dicintainya tetapi tidak dapat ia pertahankan), dan terlibat dalam seks bebas serta penyalahgunaan heroin. Setelah empat tahun terperosok, pada usia 26 tahun, Cheryl menyadari bahwa ia telah menjadi orang asing bagi dirinya sendiri. Ia putus asa, namun sebuah ide impulsif—sebuah gambaran samar dari buku panduan—muncul di benaknya: mendaki Pacific Crest Trail (PCT).
PCT adalah jalur pendakian jarak jauh yang membentang lebih dari 4.200 kilometer (2.650 mil) dari perbatasan Meksiko hingga Kanada. Dengan tekad membabi buta dan hampir tanpa pengalaman mendaki jarak jauh, Cheryl memutuskan untuk menempuh sekitar 1.700 kilometer (1.100 mil) sendirian, dimulai dari Gurun Mojave, melalui California dan Oregon, menuju Washington.
Perjalanan di Pacific Crest Trail (The Found)
Pada musim panas tahun 1995, Cheryl memulai pendakiannya, membawa ransel raksasa yang ia juluki “Monster”—ransel itu begitu besar dan berat sehingga hampir tidak dapat ia angkat, menjadi metafora sempurna untuk beban emosional yang ia pikul.
Babak awal perjalanan ini dipenuhi dengan kesulitan fisik dan kecerobohan. Ia sering kedinginan, kelaparan, dan mengalami sakit yang luar biasa, terutama dari sepatu botnya yang terlalu kecil yang menyebabkan kuku kakinya copot. Karena kurangnya perencanaan, ia sering kehabisan air di padang pasir yang panas. Rasa sakit fisik yang brutal ini, ironisnya, mulai meredakan rasa sakit emosionalnya. Dengan setiap langkah, ia tidak hanya berjalan maju di jalur tersebut, tetapi juga menjauh dari versi dirinya yang merusak.
Cheryl Strayed menggunakan narasi perjalanannya di PCT sebagai bingkai, yang diselingi dengan kilas balik kehidupannya, terutama momen-momen intim bersama ibunya, masa-masa penuh gejolak setelah kematian ibunya, dan keretakan pernikahannya. Kontras antara alam liar yang tenang dan indah—pemandangan gunung-gunung bersalju, hutan-hutan hijau, dan matahari terbit—dengan kekacauan batin yang ia bawa menjadi inti dari kisah ini.
Sendirian di jalur tersebut, jauh dari distraksi dunia luar, Cheryl terpaksa menghadapi hantu-hantu masa lalunya. Rasa sakit, kesepian, ketakutan (seperti menghadapi ular berbisa, beruang, atau pria-pria yang mencurigakan), serta kelelahan fisik yang ekstrem, semuanya berfungsi sebagai proses pemurnian.
Penyembuhan dan Kedamaian (The Healing)
Seiring berjalannya waktu, seiring ia berjalan melalui California Utara dan Oregon, Cheryl mulai beradaptasi. Ia belajar cara berjalan dengan lebih baik, cara mengatur perbekalan, dan yang terpenting, ia belajar untuk mempercayai kekuatan dirinya sendiri. “Monster” terasa semakin ringan bukan karena isinya berkurang, tetapi karena kekuatannya bertambah.
Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan segelintir pejalan kaki lain dan orang asing yang baik hati, yang memberinya semangat dan bantuan. Interaksi-interaksi singkat ini mengingatkannya akan kebaikan manusia dan bahwa ia tidak sepenuhnya sendirian di dunia ini. Ia mulai memaafkan dirinya atas semua kesalahan yang ia buat di masa lalu, menerima bahwa ia tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, tetapi ia dapat menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Perjalanan Cheryl berakhir di Bridge of the Gods di perbatasan Oregon dan Washington. Saat ia menyeberangi jembatan tersebut, ia menyadari bahwa ia belum “menemukan” jawaban yang ajaib, tetapi ia telah menemukan kembali dirinya sendiri. Ia telah membangun kembali inti dirinya yang hancur, satu langkah pada satu waktu.
“Wild” adalah penghormatan yang kuat terhadap ketahanan semangat manusia dan pengingat bahwa terkadang, untuk menyembuhkan luka batin, seseorang harus terlebih dahulu menguji batas fisik dan mentalnya hingga batas terkuat.
** Kisan ini mirip dengan Eat Pray Love karena keduanya adalah kisah nyata tentang seorang wanita yang menggunakan perjalanan ekstrem dan jauh dari rumah sebagai cara untuk melepaskan masa lalu yang menyakitkan dan membangun kembali dirinya sendiri. (*)








