Jelajahi Sejarah dan Budaya Lokal Lewat Museum Bali

  • Whatsapp
Museum Bali
Museum Bali, Denpasar.
banner 468x60
  • WISATA museum bisa menjadi pilihan bila ingin mengenal lebih jauh tentang perjalanan sejarah dan produk budaya sebuah daerah
  • Selain mendapatkan informasi, pengunjung juga bisa melihat secara langsung berbagai produk budaya masyarakat sesuai dengan zamannya masing-masing

Kemana akan pergi bila ingin berwisata dan mencaritahu informasi tentang peradaban masa lalu masyarakat Bali? Ya, kita bisa berwisata ke Museum Bali bersama keluarga. Selain memajang benda-benda peninggalan bersejarah, museum juga menyimpan cerita di balik semua itu. Kunjungan ini bisa menjadi wisata pendidikan dan sering dimasukkan kedalam program wisata kota (city tour).

Sejauh ini, Bali memiliki beberapa museum. Salah satu di antaranya adalah Museum Bali. Museum negeri ini berada di jantung Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Mayor Wisnu. Di sebelah utaranya berdiri Pura Jagatnatha, sedangkan di depannya ada Lapangan Puputan Badung dan berdekatan dengan Patung Catur Muka sebagai titik pusat Kota Denpasar.

Museum Bali Denpasar ini memamerkan peninggalan masa lalu dan etnografi manusia. Koleksinya meliputi berbagai benda bersejarah seperti perlengkapan etnografi dan perbekalan kehidupan, kesenian, agama, bahasa tulis, dan lain-lain yang mencerminkan kehidupan dan perkembangan kebudayaan Bali di masa lalu.

Sejarah

Pendirian Museum Bali pertama dirintis oleh arsitek Belanda WFJ Kroon (1909-1913) dimana pada saat itu ia menjabat sebagai Asisten Residen Bali Selatan di Denpasar. Ide tersebut terwujud dengan didirikannya Gedung Arca pada tahun 1910. Proyek ini dikerjakan oleh arsitek tradisional I Gusti Gede Ketut Kandel dari Banjar Abasan dan I Gusti Ketut Rai dari Banjar Belong yang dididukung pula oleh arsitek Jerman bernama Curt Grundler. Pada saat itu, Grundler sedang berada di Bali sebagai turis peneliti.

Pembangungan museum tersebut mendapat dukungan material dan finansial dari raja-raja dari empat kabupaten di Bali yaitu Buleleng, Tabanan, Badung dan Karangasem. Museum Bali diresmikan tanggal 8 Desember 1932 dan dikelola oleh Yayasan Museum Bali.

Sempat ada perbedaan pandangan antara undagi (arsitek tradisional Bali) dengan pandangan tradisionalnya dan aspek religi berdasarkan konsep Asta Kosala Kosali (geomansi) atau tata letak bangunan di Bali. Sedangkan Curt Grundler lebih menekankan pada fungsi dan kekuatan bangunan museum tersebut. Akhirnya desain bangunan museum memadukan model arsitektural antara pura Hindu dan puri (istana kerajaan).

Bangunan Museum

Didirikan di atas lahan seluas 2.600 meter persegi, area museum tersebut mencakup tiga pelataran, yaitu pelataran terluar (jaba), pelataran tengah (jaba tengah), dan pelataran paling dalam (jeroan) yang dibatasi tembok dan gerbang.

Gerbang tersebut disebut Candi Bentar (gapura terpisah) dan Candi Kurung (gapura beratap lengkung) yang difungsikan sebagai pintu masuk. Ada juga bale kulkul yang terletak di bagian selatan Jaba Tengah. Di sudut barat laut berdiri gazebo atau bale bengong yang digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga pada masa kerajaan jika ingin mengamati suasana di luar istana.

Seperti disebutkan sebelumnya, taman dai halaman dan dinding eksterior dan pintu gerbang dirancang khusus bergaya puri atau kerajaan khas Denpasar dengan pohon kamboja sebagai ciri khasnya. Temboknya menggunakan materi kombinasi batu padas (paras aon) dan bata merah yang dihiasi ornamen pepatran (motif flora) dan wayang. Ada empat gedung di kompleks bangunan museum yang mewakili kabupaten di Bali.

Gedung Tabanan yang berada di sebelah utara menampilkan koleksi perlengkapan tari seperti kostum tari, aneka jenis topeng untuk tari topeng, wayang kulit, senjata seperti keris untuk pertunjukan Calonarang serta beberapa patung kuno.

Sedangkan gedung tengah atau Gedung Buleleng memiliki corak khas pura di Bali Utara. Di sini dipamerkan aneka koleksi pakaian khas Bali termasuk kipas tradisional Bali, uang kepeng yang dulu digunakan sebagai alat transaksi dengan kaum pedagang dari Tiongkok. Wilayah Bali utara ini sudah ada kontak dagang dengan mereka pada abada kedelapan hingga sembilan Masehi.

Gedung Karangasem memamerkan beragam koleksi benda bersejarah, arkeologi dan senir upa moderan. Desain arsitektur bangunan ini menyerupai tempat raja menerima tamu atau pejabat kerajaan atau juga dikenal dengan bale panjang dengan beranda di bagian depan.

Gedung Timur memiliki dua lantai. Lantai bawah memamerkan benda-benda peninggalan mulai zaman prasejarah, berburu, bercocok tanam, perundagian serta zaman Bali kuno, pertengahan hingga moderen. Di sini ada contoh sarkofagus (kubur batu), nekara dan lain-lain. Sedangkan lantai atasnya memajang produk budaya yang berkaitan dengan produk budaya Bali moderen seperti seni rupa, seni patung dan lain-lain.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60