BERWISATA di Pulau Dewata seperti tak kehabisan aktivitas wisata menarik untuk diikuti. Selain menyaksikan keindahan alam dan atraksi budayanya, pulau mungil ini juga menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para penggemar pengamatan burung atau birdwatching.
Aktivitas ini, yang berfokus pada pengamatan burung di habitat aslinya, semakin populer di kalangan wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dan dekat dengan alam.
Birdwatching adalah kegiatan mengamati burung di alam liar, dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mempelajari perilaku, dan menikmati keindahan burung. Aktivitas ini melibatkan penggunaan berbagai alat, seperti teropong, buku panduan, dan kamera.
Birdwatching bukan hanya hobi, tetapi juga kontribusi terhadap konservasi burung dan habitatnya.
Mengapa Birdwatching Menarik?
Birdwatching menawarkan sejumlah manfaat, di antaranya:
Kedekatan dengan Alam: Memberikan kesempatan untuk terhubung langsung dengan alam dan merasakan kedamaian.
Pembelajaran: Memperkaya pengetahuan tentang jenis burung, perilaku, dan ekosistemnya.
Relaksasi: Mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Fotografi: Memberikan peluang untuk mengabadikan momen indah burung di alam liar.
Siapa Saja yang Tertarik?
Birdwatching menarik minat berbagai kalangan, mulai dari: Pecinta Alam—Individu yang memiliki ketertarikan terhadap lingkungan dan satwa liar; Fotografer: Mereka yang ingin mengabadikan keindahan burung melalui lensa kamera; Wisatawan— Mereka yang mencari pengalaman wisata yang berbeda dan edukatif; Peneliti-Individu yang melakukan studi tentang burung dan ekosistemnya.
Aktivitas Birdwatching di Bali
Bali menawarkan berbagai lokasi menarik untuk birdwatching, salah satunya adalah persawahan. Pada musim penggarapan lahan, wisatawan dapat mengamati berbagai jenis burung di area persawahan, di antaranya:
Blekok (Kokokan): Burung berukuran sedang dengan warna bulu bervariasi, sering ditemukan di sawah dan perairan dangkal. Yang mungkin paling menarik, jika Anda beruntung, pada saat petani mengolah lahan mereka dengan traktor tangan, mereka akan dikerubuti oleh burung blekok atau kokokan yang berwarna putih. Bahkan sangat dekat dengan petani. Di belakang petani, mereka mencari belalang, orong-orong atau jangkrik yang berhamburan.
Nah, tempat yang paling unik dan terkenal sebagai habitat kokokan adalah Desa Petulu di Gianyar. Setiap sore menjelang senja, ribuan Burung Kokokan (Blekok) putih datang “pulang” ke desa ini. Mereka bukan sekadar burung, melainkan diyakini sebagai simbol suci yang membawa keberkahan dan melindungi desa sejak puluhan tahun lalu.
Ini bukan kebun binatang, ini adalah habitat alami mereka. Pohon-pohon rindang di Petulu adalah rumah tempat mereka beristirahat, bersarang, dan membesarkan anak.
Javan Kingfisher (Halcyon cyanoventris): Burung pemakan ikan dengan warna bulu yang mencolok, seperti biru, hijau, dan cokelat.
Sandpiper (Scolopacidae): Burung pantai berukuran kecil hingga sedang, dikenal dengan paruh panjang ini kadang juga mencari makan di lumpur. Saat lahan sawah sudah bersiah dan siap ditanami padi, burung ini biasanya mencari kesempatan untuk mencari perutungannya.
Jalak Bali (Leucopsar rothschildi): Burung endemik Bali yang dilindungi, dikenal dengan warna putih bersih dan corak hitam pada ujung sayap dan ekor. Satwa endemik ini bisa ditemukan di Taman Nasional Bali Barat, kawasan konservasi Nusa Penida, Bali Zoo atau Bali Bird Park.
Keruwak: Di balik rimbunnya sawah dan rawa, tersembunyi Burung Keruwak. Suara khasnya di subuh dan senja, berbunyi nyaring “turr-kruwak-kruwak”, sering terdengar namun sulit terlihat. Burung pemalu berkaki panjang ini adalah bagian penting ekosistem lahan basah kita. Kadang mereka berkelana di persawahan terbuka dekat semak. Nah, ini bisa menarik dibidik dengan binokuler. Kekuatan terbangnya sangat rendah. Setelah terbang dua kali, ia pasti kelelahan dan berusaha menyembunyinan kepalanya, mirip cara burung unta. Jaga habitatnya agar kicauannya tak meredup!
Emprit (Lonchura spp.): Burung kecil berwarna cokelat atau abu-abu, sering ditemukan dalam kelompok besar di sawah; Gelatik (Padda oryzivora): Burung berukuran sedang dengan paruh besar berwarna merah muda, dikenal sebagai hama padi; Petingan (Lonchura punctulata): Burung kecil dengan bintik-bintik putih di tubuhnya, sering ditemukan di area pertanian; Bondol (Lonchura malacca): Burung kecil berwarna hitam dan putih, sering ditemukan di area berumput dan persawahan saat padi sudah berbuah.
Daya Tarik Wisata Birdwatching
Birdwatching di Bali menawarkan daya tarik wisata yang unik:
Keanekaragaman Hayati: Bali memiliki berbagai jenis burung, termasuk spesies endemik dan migran.
Pemandangan Indah: Lokasi birdwatching seringkali menawarkan pemandangan alam yang memukau, seperti persawahan, hutan, dan pantai.
Pengalaman Edukatif: Memberikan pengetahuan tentang burung dan pentingnya konservasi.
Fotografi: Peluang untuk mengabadikan momen indah burung di alam liar.
Birdwatching di Bali adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang mencintai alam dan burung. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat menikmati keindahan avifauna Bali dan berkontribusi terhadap konservasi lingkungan. (*)







