Pura Jagatnatha Denpasar Menarik Kunjungan Wisatawan

  • Whatsapp
Pura Jagatnata
Pura Agung Jagatnata, Denpasar.
banner 468x60
  • KOTA Denpasar menawarkan beberapa objek wisata  budaya untuk dikunjungi oleh wisatawan
  • Salah satunya adalah Pura Agung Jagatnata Denpasar

Kota Denpasar memiliki beragam atraksi wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.  Selain pasar tradisional dan Pecinan di kawasan heritage Jalan Gajah Mada, di kawasan yang sama juga ada Pura Agung Jagatnatha.

Pura Agung Jagatnatha adalah pura terbesar di Kota Denpasar. Beralamat di Jalan Mayor Wisnu, pura ini bersebelahan dengan Museum Bali dan berseberangan dengan Lapangan Puputan Badung.

Sejarah

Pembangunan Pura Agung Jagatnatha diawali dengan pertemuan Parisada Hindu Dharma pada 20 November 1961 dan direalisasikan pada 5 Februari 1963 saat Gubernur Bali dijabat oleh Anak Agung Bagus Sutedja. Pembangunan pura di Denpasar ini untuk merespons kebutuhan warga perantauan di Denpasar yang kesulitan mencari tempat ibadah umum, yang tidak terkait dengan klan atau asal-usul leluhur.

Pengerjaanya sempat terhambat karena terjadinya peristiwa G30 S PKI pada tahun 1965. Kemudian dilanjutkan pada tahun 1967. Akhirnya bisa selesai dan dipelaspas atau diresmikan pada tahun 1968.

Bangunan

Pura Jagatnatha memang memiliki beberapa keunikan. Bila pura kahyangan lainnya dikelola oleh pengempon atau desa adat di sekitar lokasi pura itu, sementara untuk Pura Jagatnaha, kegiatan den segala urusannya ditangani oleh sebuah Komite Pengembangan Jagatnata di Pemkot Denpasar.

Kedua, Pura Jagatnatha hanya memiliki satu pelataran, sedangkan pura pada umumnya memiliki 3 seperti halaman nista mandala (terluar), madya mandala (tengah) dan utama Mandala (paling dalam–lokasi pelinggih utama).

Pelinggih utama dari pura ini adalah bangunan Padmasana yang tinggi, megah dan artistik. Bangunannya dibuat dari batu putih bertingkat dengan ornamen khas Bali. Puncak padmasana menyerupai singgasana atau sebagai istana para dewata atau Tuhan dengan segala manifestasinya.

Juga dilengkapi dengan beberapa pelinggih lain seperti pelinggih Dalem Karang, Ratu Niang dan Ratu Made. Bangunan pendukungnya adalah Bali Gong, Bale Kulkul, Bale Paselang, Pemiyosan, bangunan candi bentar dan pemedal agung berupa bangunan Kori Agung. O ya, di sini juga ada perpustaakaan yang banyak menyediakan buku keagamaan.

Objek wisata

Selain dibuka 24 jam untuk umat yang melakukan persembahyangan, pura ini juga sering dikunjungi wisatawan karena mereka mengagumi keindahan dan keunikan arsitekturnya. Seperti pura pada umumnya, di sini juga terdapat banyak pohon kamboja yang mempercantik lansekap area pura, serta bunganya bisa digunakan sembahyang.

Biasanya, tamu yang berkunjung ke sini adalah mereka yang menyukai objek wisata sejarah serta tempat ibadah. Kunjungan ke sini kadang juga menjadi satu paket dalam rencana perjalanan tamu (itinerary) dengan kunjungan ke Museum Bali.

Setiap pengunjung diharapkan tetap menjaga kesucian dan tidak mengganggu umat yang sedang melakukan persembahyangan dengan memperhatikan etika dan aturan-aturan yang ada.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60