Wisata Alam Persawahan Jatiluwih Yang Memesona

Sawah berteras Jatiluwih
Sawah berteras di Jatiluwih. (Foto: Eko Purwanto/Unsplash)
banner 468x60
  • JATILUWIH menawarkan keindahan pemandangan sawah berterasering dengan latar belakang perbukitan dan Gunung Batukaru.
  • Pada tahun 2012, kawasan Jatiluwih dengan organisasi subaknya ini dimasukkan kedalam warisan budaya dunia UNESCO

Selain destinasi wisata sawah berterasering di Tegallalang, Bali masih memiliki kawasan serupa yang tidak kalah indahnya dan ini ada di Kabupaten Tabanan, yang sering disebut Jatiluwih rice terrace. Daerah ini berada di wilayah Kecamatan Penebel.

Berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dan dekat kaki Gunung Batukaru, kawasan ini berkontur perbukitan dan bertanah subur. Hamparan persawahan lebih dari 53.000 hektar dengan latar belakang perbukitan tersebut menawarkan pemandangan yang menakjubkan.

Makna etimologis

Nama Jatiluwih berasal dari dua kata Bahasa Bali. Jati berarti “benar-benar” dan Luwih berarti “baik” atau “indah.” Seperti namanya, tempat ini tentu memang benar-benar indah. Saat Anda berkendara dan melalui jalan berkelok-kelok menuju Jatiluwih, Anda akan menyaksikan panorama yang indah di sepanjang jalan.

Dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras berkualitas, terutama padi varietas lokal termasuk beras merahnya, daerah Jatiluwih Tabanan Bali yang berhawa sejuk ini sudah termasyur karena keindahan sawah berundaknya atau rice terrace.

Warisan budaya

Pada tahun 2012, badan dunia UNESCO menetapkan kawasan subak Jatiluwih sebagai situs warisan budaya dunia. Sawah di kawasan Jatiluwih dengan hamparan lebih dari 600 hektar memiliki topografi lereng bukit dan pegunungan Batukaru.

Sawah berterasering adalah salah satu cara dalam pengelolaan lahan pertanian pada lahan yang berkontur terjal, seperti dataran tinggi dan lereng pegunungan. Sistem pengairan yang kompleks diselenggarakan oleh organisasi tradisional yang bernama subak dan juga diterapkan di sini. Menurut catatan sejarah, organisasi subak di Bali berkembang sejak abad ke-11.

Subak yang dikembangkan bernafaskan ajaran Hindu dan terkait erat dengan ritual dan kepercayaan agama. Dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni keseimbangan antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Pencipta, organisasi subak juga menyelaraskan aktivitasnya dengan alam agar memperoleh hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Atraksi wisata

Saat menjelajahi kawasan ini, Anda akan melihat hamparan persawahan menghijau di sebelah kiri dan kanan Anda. Para selebgram amat menyukai persawahan Jatiluwih Tabanan untuk mencari gambar-gambar instagrammable.

Aktivitas wisata lainnya yang ideal di sini adalah trekking. Wisatawan akan menjelajahi jalan di antara persawahan hijau dan penghasil oksigen melimpah. Wisata trekking dengan arahan pemandu adalah salah satu aktivitas wisata populer di sini.

Satu lagi aktivitas yang sedikit menantang adalah bersepeda di sepanjang jalan setapak di antara persawahan. Wisatawan akan mendapat kesempatan untuk mengambil foto-foto unik saat berkendara di sepanjang jalan berkelok-kelok melewati sawah berterasering dengan foto-foto yang tak terlupakan.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pernah berkunjung untuk menyaksikan dan menjelajahi keindahan kawasan warisan budaya dunia dan wisata sawah berterasering Jatiluwih ini pada tahun 2017.

Salah satu paket wisata yang populer yang memasukkan acara berkunjung ke kawasan Jatiluwih adalah Full Day Bedugul + Jatiluwih Tour. Dalam paket wisata ini, tamu akan mengunjungi Pura Taman Ayun, Jatiluwih, Kebun Raya Bedugul, Danau Beratan dan Pura Ulundanu.

banner 300x250

Related posts