Kasanga Fest dan Parade Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Caka 1945

ogoh-ogoh
Salah satu ogoh-ogoh yang dipamerkan pada acara Kasanga Fest 2023 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. (Foto: Nusaweek)
banner 468x60

Kasanga Fest dalam menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1945 dibuka secara resmi oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar, I  Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, di Lapangan Puputan Badung (I Gusti Ngurah Made Agung) Denpasar, Jumat (17 Maret).

Perhelatan yang berlangsung dua hari (17-18 Maret) ini adalah kolaborasi Pemkot Denpasar, Pasikian Yowana Kota Denpasar dan komunitas Sing Main-Main. Diharapkan acara mampu menjadi wadah kreativitas baru bagi Yowana (pemuda) Kota Denpasar di bidang seni kriya ogoh-ogoh.

Read More

Dari hasil karya yang dipamerkan dapat dilihat bahwa Kesanga Fest ini menggabungkan beragam kreativitas yang ada, yang tentunya masih berkaitan erat dengan nuansa Hari Suci Nyepi (22 Maret 2023) tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal.

Kasanga Fest ini adalah kali pertama yang dengan bangga memamerkan 12 karya seni ogoh-ogoh (besar) terbaik dari STT se-Kota Denpasar dan diikutkan dalam parade. Di samping itu, ada juga Lomba Ogoh-ogoh Mini yang diikuti oleh 33 peserta dan Lomba Sketsa Ogoh-ogoh yang diikuti oleh 36 peserta. Nah, yang tidak kalah menariknya adalah penampilan 12 ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kota Denpasar.

Selain parade seni dan lomba, acara ini juga dimeriahkan oleh 40 UMKM Kota Denpasar yang menyediakan berbagai sajian kuliner (makanan dan minuman) maknyus dan produk ekonomi kreatif lainnya serta pentas musik di lapangan Puputan Badung.

Kasanga Fest ini diharapkan dapat melestarikan seni budaya Bali yang dipadukan dengan teknologi saat ini. Di samping itu juga menjadi program prioritas pemerintah Kota Denpasar sebagai wadah kreativitas untuk berkesenian bagi generasi muda Kota Denpasar.

Festival kontekstual

Secara harfiah, Kasanga dalam Bahasa Bali berarti ‘kesembilan.’ Nah, di sini berarti bahwa festival ini diadakan berkaitan dengan momentum menjelang pelaksanaan Tawur Agung Kesanga (Pengrupukan) yang jatuh pada Sasih Kasanga–bulan kesembilan dalam kalender Bali.

Jadi festival ini sangat kontekstual dengan momen Hari Raya Nyepi dimana salah prosesi budaya yang menjadi bagian dari perayaannya adalah parade ogoh-ogoh. Perhelatan ini menjadi wadah bagi para kreator ogoh-ogoh Kota Denpasar untuk mengungkapkan ide kreatif mereka dan berkompetisi.

Parade Ogoh-Ogoh

Parade ogoh-ogoh yang diadakan di kawasan Catur Muka pada Sabtu sore (18 Maret) berlangsung lancar dan meriah. Semua peserta nampak begitu semangat mengusung karya kebanggaan mereka. Tentu saja, karena selain diparadekan di wilayah desa mereka masing-masing, karya tersebut juga tampil di hadapan warga Kota Denpasar.

Atraksi Wisata

Kesanga Fest dan Parade Ogoh-Ogoh ini juga turut disaksikan oleh sejumlah wisatawan asing. Mereka sangat antusias mengikuti parade seni yang unik ini. Tentu saja ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan dan memormosikan kebudayaan Bali dalam hal ini kesenian dan religi—karena ini terkait dengan kegiatan menyambut perayaan Nyepi. Ke depannya, ini akan bisa menjadi atraksi wisata Baru seperti halnya Denpasar Festival.

banner 300x250

Related posts