Keindahan Pantai Soka dan Legenda Periuk Kebo Iwa

  • Whatsapp
Pantai Soka, Tabanan
Daratan yang mirip periuk terbalik dalam legenda Kebo Iwa di Pantai Soka, Desa Antap, Tabanan. (Montase foto: Nusaweek)
banner 468x60
  • PANTAI Soka yang berpasir hitam menawarkan keindahan yang ideal untuk wisatawan dan persinggahan bagi mereka yang melakukan perjalanan Denpasar-Gilimanuk atau sebaliknya.
  • Di balik keindahan tersebut, ia juga memiliki legenda yang terkait dengan tokoh Kebo Iwa dan perjalanan suci Danghyang Nirartha ke Bali

Objek wisata Pantai Soka berlokasi strategis, kira-kira 45 km sebelah barat Kota Denpasar, tepatnya Desa Antap, Selemadeg, Tabanan. Jaraknya sekitar 50 meter dari jalan raya Denpasar-Gilimanuk.

Selain untuk berwisata, Pantai Soka Tabanan sering dijadikan persinggahan yang ideal untuk melepas lelah dalam perjalanan dari Pulau Bali ke Pulau Jawa dan sebaliknya. Di sini sudah ada restoran dengan fasilitas tempat parkir yang luas. Dengan demikian, dalam perjalanan berikutnya badan akan tetap fit dan segar.

Bentangan pantai yang berpasir hitam ini diapit oleh tanjung serta dihiasi bebatuan koral dan beberapa bongkahan batu besar hitam yang menambah keindahan pantai. Pemandangan Samudera Hindia dapat memperindah pesona pantai untuk mengambil beberapa swafoto. Jangan lupa untuk berhati-hati dengan ombak yang datang tiba-tiba saat air laut pasang.

Sebelum pandemi Covid-19, di Pantai Soka diadakan pentas seni tradisional setiap Hari Raya Galungan. Tentu saja kawasan ini menjadi sangat ramai. Sepanjang pantai penuh dengan pedagang dan pengunjung membludak di pantai setelah mereka melakukan persembahyangan hingga sore hari.

Dulu pada saat air laut pasang, muara Tukad Payan ini sempat dimanfaatkan untuk menawarkan wisata naik jukung hingga melintas di bawah jembatan. Keindahan sungai ini seolah membawa pengunjung ke daerah lain karena pinggiran sungai banyak ditumbuhi pohon bakau dan nipah.

Legenda Kebo Iwa

Keberadaan Pantai Soka juga dikaitkan dengan legenda Kebo Iwo, seorang mahapatih bersosok tinggi, besar dan sakti. Diceritakan ada sebuah batu karang yang menyerupai pulau kecil di pantai tersebut, tepatnya pada titik pertemuan muara Tukad Payan dan Tukad Meluang. Konon daratan itu adalah periuk terbalik milik Kebo Iwa. Ini adalah salah satu tempat yang cocok untuk berswafoto, tapi jangan lupa tetap berhati-hati dengan kondisi ombak di sekitarnya.

Sementara tungku atau dapur tradisionalnya berada di sebelah barat, dekat Pura Luhur Serijong. Dapur tersebut berukuran sekitar 1 meter x 20 meter. Ada keyakinan di antara nelayan tradisional setempat bahwa ikan yang ditangkap di kawasan tersebut lebih enak karena kecipratan bumbu dari dapur Kebo Iwa.

Pura Luhur Srijong

Keberadaan Pura Serijong dikaitkan dengan perjalanan spiritual Danghyang Nirartha ke Bali. Selain menyinggahi Rambutsiwi dan Tanah Lot, beliau juga sempat singgah di Serijong.

Pura ini memiliki keunikan tersendiri karena bertengger di atas sebuah gua yang dihuni oleh ribuan kelelawar. Jika kebetulan berada di kawasan ini pada saat senja atau menjelang matahari tenggelam, pengunjung akan bisa menyaksikan kelelawar yang berhamburan keluar untuk mencari makan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60