SIAPA menyangka tradisi saling lempar balon air saat perayaan Imlek di Selatpanjang, Riau, kini menjadi salah satu perhelatan atau event terbaik di Indonesia? Festival Perang Air 2026 baru saja usai dengan sukses besar!
Tak hanya menjadi ajang seru-seruan ribuan warga dan turis di atas becak motor, festival ini juga resmi masuk dalam Top 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 pilihan Kementerian Pariwisata.
Awalnya, tradisi ini hanya candaan anak-anak saat keliling mengunjungi saudara. Namun kini, Perang Air telah menjadi simbol akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa yang luar biasa. Hasilnya? Ekonomi warga ikut “basah” alias kecipratan untung! Mulai dari penginapan yang penuh hingga produk sagu lokal yang makin laris manis seiring membeludaknya 20 ribu lebih pengunjung ke Meranti tahun ini.
Rangkaian perayaan Imlek dan Festival Perang Air tahun ini mencatat pergerakan penumpang masuk ke Kabupaten Kepulauan Meranti yang meningkat 1,79 persen dibandingkan perayaan serupa tahun sebelumnya.
Ringkasan Poin Penting
- Status: Bagian dari 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
- Waktu Pelaksanaan: Puncak acara berakhir pada 21 Februari 2026 (berlangsung selama 7 hari).
- Esensi Budaya: Perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu yang berawal dari kebiasaan warga saat merayakan Imlek.
- Dampak Ekonomi: Kunjungan penumpang mencapai 20.475 orang (naik 1,79%).
- Mendorong okupansi hotel, transportasi, dan penjualan produk UMKM (sagu). (Sumber dan foto: Kemenpar)








