Menparekraf Harap Pola Digital Nomad Jadi Daya Tarik WFB

  • Whatsapp
Ilustrasi kawasan Nusa Dua
Ilustrasi kawasan Nusa Dua. (Foto: John Lok/Pixabay)
banner 468x60
  • SEJUMLAH persiapan atau langkah sudah dilakukan dalam rangka pembukaan sektor pariwisata, khususnya di Pulau Bali.
  • Salah satunya adalah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di tiga zona hijau yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua. Langkah berikutnya adalah Work from Bali.

Berbagai upaya diambil pemerintah untuk memulihkan sektor pariwisata Bali di tengah pandemi. Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah melaksanakan vaksinasi  Covid-19

Tiga kawasan wisata di Bali, yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua mendapat prioritas untuk vaksinasi tersebut karena disiapkan menjadi zona hijau atau Green Zone. Selain aparatur negara (sipil dan militer) dan tokoh masyarakat, pekerja pariwisata dan masyarakat umum di kawasan tersebut mendapat prioritas dalam vaksinasi ini.

Read More

banner 300250

Sebagai langkah berikutnya, pemerintah pusat membantu menyiapkan program Work from Bali (WFB) yang akan diluncurkan Juli depan. Dalam sebuah acara weekly press briefing belum lama ini yang berlangsung secara hibrid dari Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, berharap konsep digital nomad dapat menjadi daya tarik untuk memperkuat WFB tersebut.

Beliau berkeyakinan bahwa Work from Bali dan pariwisata era baru yang menyasar pola kebiasaan bekerja baru seperti digital nomad akan menjadi daya tarik yang sangat potensial untuk Bali dan beberapa destinasi wisata lainnya. Oleh karena itu, dukungan internet, infrastruktur, event, maupun suasana kerja itu akan dibangun. Ini yang akan terus disiapkan oleh pihaknya seiring kebijakan Work from Bali oleh pemerintah yang dikoordinir oleh Kemenko Marves.

Digital nomad sendiri adalah istilah dimana seseorang dapat bekerja dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga tidak terikat oleh waktu dan tempat.

Di samping itu, Menparekraf juga ingin pelaku UMKM atau artisan di Bali menyiapkan produk-produk ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kriya hingga fesyen menjelang program Work from Bali. Beliau menambahkan, Work from Bali ini mungkin hanya berdampak 30 persen saja terhadap hotel, sisanya adalah produk ekonomi kreatif termasuk restoran. Untuk itu, UMKM di Bali perlu juga harus dipersiapkan.

Pada kesempatan lain, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa konsep WFB ini tentu bisa diterapkan di destinasi wisata lainnya di Indonesia. Seperti Work from Lombok, Work From Bajo, Work From Toba, Work Form Likupang, Work From Borobudur, dan sebagainya. Konsepnya mengikuti pola kebiasaan bekerja baru atau remote working yang dipopulerkan dengan konsep digital nomad.

Semoga saja semua rencana ini bisa berjalan lancar. Kemudian, secara bertahap masing-masing destinasi bisa bangkit dan membantu memulihkan perekonomian masyarakat setempat.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60