Salah Baca Pesanan, Koki Beri Pengalaman Baru

Juru masak
Ilustrasi juru masak sedang menyiapkan pesanan. (Foto: Pexels/Pixabay)
banner 468x60

SUATU malam di sebuah restoran terkenal, seorang tamu datang dan duduk di meja dekat jendela. Pramusaji yang baru bekerja, Rinai, dengan penuh semangat datang untuk mencatat pesanan tamu tersebut.

Tamu: “Saya ingin steak medium rare, tolong jangan terlalu matang.”

Rinai dengan senyum lebar mencatat pesanan itu dan segera pergi ke dapur. Di dapur, juru masak, Pak Udino, sedang sibuk memasak berbagai pesanan. Rinai menyerahkan catatan pesanan dan berkata: “Pak Udino, ada pesanan steak medium rare, jangan terlalu matang ya.”

Pak Udino mengangguk sambil membaca catatan yang ditulis Rinai: “Steak medium, jangan terlalu.”

Berpikir bahwa ini adalah permintaan khusus, Pak Udino memutuskan untuk mengkreasikan sesuatu yang unik. Dia memasak steak medium, tapi hanya sebagian saja yang matang. Bagian lainnya tetap mentah, mengikuti instruksi “jangan terlalu.”

Setelah beberapa saat, Rinai membawa steak itu ke meja tamu dengan penuh percaya diri. Tamu itu melihat steaknya dan bingung.

Tamu: “Ini apa? Setengah matang dan setengah mentah?”

Rinai bingung, lalu bergegas kembali ke dapur.

Rinai: “Pak Budi, tamu bilang steaknya setengah matang dan setengah mentah!”

Pak Budi tersenyum dan menjawab: “Bukankah dia bilang steak medium, jangan terlalu?”

Rinai tertawa kecil, menyadari kesalahpahaman tersebut, lalu kembali ke tamu dan dengan sopan meminta maaf: “Maaf Pak, ada sedikit kesalahpahaman. Kami akan segera memperbaikinya.”

Tamu tersebut tertawa dan menjawab: “Tidak apa-apa, ini jadi pengalaman makan malam yang tak terlupakan!”

Akhirnya, tamu tersebut mendapatkan steak medium rare yang sempurna, dan Rinai serta Pak Uudino mendapatkan pelajaran penting tentang pentingnya komunikasi yang jelas. Semuanya pun berakhir dengan tawa dan senyuman. (*)

banner 300x250

Related posts