Titi Banda, Sebuah Mahakarya Patung dan Ikon Denpasar Timur

  • Whatsapp
Patung Titi Banda
Patung Titi Banda yang diambil dari epos Ramayana, Denpasar Timur.
banner 468x60
  • KOTA Denpasar yang dikenal dengan kota berwawasan Budaya mempercantik setiap sudut kota dengan mahakarya seni yang indah.
  • Di Denpasar Timur, misalnya, ada patung Jembatan Titi Banda yang menggambarkan upaya Sri Rama dibantu pasukan kera ketika akan menyeberangi lautan untuk mencari isterinya Dewi Shinta yang diculik Rahwana dari Kerajaan Alengka

Kota Denpasar yang dikenal sebagai kota berwawasan budaya mempercantik setiap sudut kota dengan berbagai mahakarya seni yang memesona. Ada patung pahlawan, patung orang suci, patung tokoh dalam epos Ramayana, taman vertikal, pot bunga, tokoh pewayangan dan sebagainya.

Di kawasan Denpasar Timur, tepatnya dekat Desa Wisata Kertalangu, Kesiman, misalnya, ada Patung Jembatan Titi Banda. Persisnya di pintu masuk Denpasar dari arah timur atau pertigaan Jalan Bypass Ngurah Rai dan Bypass Ida Bagus Mantra dibangun sebuah patung Sri Rama yang diangkat dari epos Ramayana dimana beliau berdiri gagah perkasa pada ketinggian 10 meter dan menghadap ke Timur sambil membawa busur panah.

Secara garis besarnya, patung ini hendak menggambarkan Sri Rama dalam usahanya membebaskan istrinya, Dewi Shinta, yang diculik dan dikurung oleh Raja Rahwana dari Kerajaan Alengka.

Nah, dalam perjalanan ke Alengka tersebut, Sri Rama mendapat rintangan besar karena harus menyeberangi lautan yang membentang di hadapannya. Atas saran Dewa Baruna, Sri Rama kemudian membuat jembatan yang bernama Titi Banda yang dibantu oleh pasukan kera yang merupakan abdi setia beliau.

Nila, salah satu anggota pasukan kera, ditunjuk sebagai arsitek dibawah koordinasi panglima pasukan kera yang bernama Hanoman. Mereka kemudian harus bekerja keras untuk membangun jembatan tanpa harus mengeringkan lautan dan menggunakan bahan-bahan seperti batu karang dan batu apung.

Berkat kerja keras dan gotong royong pasukan kera yang merupakan abdi setianya, Sri Rama berhasil merampungkan proyek jembatang tersebut dan menyeberang ke Alengka untuk membebaskan isterinya.

Tempat parkir

Tempat paling baik dan aman untuk menyaksikan dan mengambil gambar patung ini adalah dari depan patung tersebut atau sebelah timur Jalan Bypass Ngurah Rai atau sebelah utara Jalan Bypass Ida Bagus Mantra karena sudah disediakan tempat parkir. Pengguna jalan dari arah timur seperti dari Karangasem atau Klungkung jadinya bisa lebih maksimal melihat keindahan patung tersebut.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60