SUATU hari, dua sahabat, Rina dan Dika, memutuskan untuk melakukan perjalanan wisata yang beda dari biasanya. Mereka bosan dengan spa di hotel mewah yang itu-itu saja. Kali ini, mereka ingin mencoba spa di tempat yang benar-benar alami: pinggir sungai!
Rina: “Dika, aku bosen banget spa di hotel. Kayaknya seru ya, coba spa di pinggir sungai. Bayangin, sambil dipijat, denger suara air mengalir, adem banget!”
Dika: “Hahaha, iya juga. Tapi jangan-jangan malah digigit nyamuk, atau malah kena lumpur sungai yang bau itu.”
Rina: “Ah, masa sih? Kan katanya ini spa alami, pasti ada yang jaga. Yuk, kita cari tempat spa pinggir sungai yang hits!”
Mereka pun mencari-cari di internet dan menemukan sebuah tempat spa yang katanya unik dan alami banget. Namanya “Spa Sungai Segar”. Lokasinya di pinggir sungai kecil yang airnya jernih dan ada gazebo-gazebo kayu untuk pijat.
Sesampainya di sana, mereka disambut oleh seorang pria bernama Pak Joko, yang katanya terapis spa sekaligus pemandu wisata.
Pak Joko: “Selamat datang di Spa Sungai Segar! Di sini, Anda bisa menikmati pijat tradisional sambil menikmati suasana alam. Ada pijat batu panas, lulur alami, dan mandi lumpur sungai.”
Rina: “Wah, keren! Aku mau coba lulur alami, biar kulitku makin glowing.”
Dika: “Aku mau pijat batu panas, biar pegal-pegalnya hilang.”
Mereka diarahkan ke gazebo masing-masing yang berada tepat di pinggir sungai. Suasana memang asri, suara air mengalir, burung berkicau, dan angin sepoi-sepoi.
Namun, saat pijat dimulai, kejadian lucu mulai terjadi.
Rina (berbisik ke Dika): “Eh, pijatannya kok kayak ditekan-tekan sama tangan yang lagi grogi ya?”
Dika: “Hahaha, iya. Terapisku kayaknya baru belajar pijat, soalnya tangannya suka meleset ke mana-mana.”
Tiba-tiba, suara gemericik air yang tenang berubah menjadi riuh. Seekor bebek tiba-tiba muncul dan berjalan ke gazebo Rina.
Rina: “Eh, ada tamu tak diundang nih!”
Pak Joko (tertawa): “Oh, itu bebek peliharaan kami. Dia suka ikut-ikutan spa, katanya pengen rileks juga.”
Dika: “Kalau bebeknya ikut pijat, nanti dia minta diskon gak ya?”
Setelah pijat selesai, giliran mandi lumpur sungai. Rina dan Dika diminta untuk masuk ke kolam lumpur kecil yang sudah disiapkan.
Rina: “Wah, lumpurnya dingin banget! Ini beneran bikin glowing gak ya?”
Dika: “Kalau aku sih takutnya malah jadi kayak kodok lumpur.”
Saat mereka sedang asyik mengoleskan lumpur, tiba-tiba seekor ikan kecil melompat dan menyentuh kaki Dika.
Dika (kaget): “Aduh! Ikan nyenggol kaki aku! Ini spa atau kolam ikan ya?”
Rina (ketawa): “Ya ampun, kamu kayaknya jadi makanan ikan nih.”
Setelah mandi lumpur, mereka diminta untuk duduk di gazebo sambil menikmati teh herbal dan camilan tradisional.
Pak Joko: “Ini teh herbal dari daun-daun sekitar sungai, katanya bisa bikin badan tambah sehat dan pikiran tenang.”
Rina: “Wah, teh ini enak banget. Tapi jangan-jangan ada rasa sungai-sungai gitu ya?”
Dika: “Hahaha, iya. Tapi aku lebih takut kalau ada rasa lumpur-lumpur.”
Saat mereka sedang santai, tiba-tiba angin kencang datang dan menerbangkan topi Rina ke sungai.
Rina: “Aduh, topiku ke sungai! Gimana dong?”
Dika: “Tenang, aku jadi pahlawan nih, aku yang nyebur ambil topimu.”
Dika pun tanpa pikir panjang langsung nyebur ke sungai. Tapi karena airnya dingin dan arusnya agak deras, dia malah kesulitan.
Dika (berteriak): “Tolong! Aku bukan perenang handal!”
Rina (panik): “Pak Joko, tolong bantuin Dika!”
Pak Joko dengan sigap membantu Dika keluar dari sungai. Semua yang ada di spa tertawa geli melihat kejadian itu.
Pak Joko: “Ini pengalaman spa yang tak terlupakan ya? Spa alami memang penuh kejutan.”
Rina: “Betul banget. Aku gak bakal lupa spa pinggir sungai ini, walau agak basah dan penuh drama.”
Di akhir hari, Rina dan Dika pulang dengan cerita lucu dan pengalaman unik yang tak terlupakan. Mereka sepakat, liburan memang harus penuh petualangan dan tawa, bukan cuma soal kemewahan. (*)







