- KULKUL adalah alat komunikasi tradisional yang digunakan sejak zaman dahulu hingga kini karena ia merupakan bagian tak terpisahkan dari arsitektur dan organisasi tradisional.
- Alat komunikasi moderen mungkin sudah menggantikan sebagian tugas tersebut, namun kulkul yang disakralkan akan tetap difungsikan untuk memperkuat pesan tersebut secara massal.
Dalam arsitektur tradisional Bali, ada salah satu bangunan atau bale yang difungsikan untuk menempatkan kulkul. Nah, bangunan ini kemudian dinamai bale kulkul. Biasanya, bale ini ditempatkan di pojok terluar dari sebuah area seperti bale banjar, pura atau puri (rumah bangsawan).
Dari segi fisik, bangunan ini biasanya dibuat lebih tinggi dari bangunan di sekitarnya atau ketinggiannya dibuat sedemikian rupa agar nantinya suara kulkul bisa menjangkau area banjar yang lebih luas. Selain sebagai pembawa pesan, suara kulkul juga bisa mengingatkan mereka yang lupa tentang sebuah acara.
Sebelum digunakan, bale dan kulkulnya dipelaspas atau diupacarai agar memiliki kesucian atau kesakralan, memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan dan memberi keselamatan kepada masyarakat penggunanya.
Kulkul atau kentongan adalah alat komunikasi tradisional masyarakat Bali dan masyarakat tradisional lainnya yang sudah digunakan sejak zaman dahulu. Misalnya, kulkul di bale banjar atau balai pertemuan anggota banjar, digunakan untuk menyebarluaskan pesan kepada anggota banjar tersebut seperti dalam hal menyampaikan berita kematian warga banjar, panggilan untuk pertemuan, bencana gempa bumi, kebakaran, pencurian atau peristiwa darurat lainnya.
Masing-masing pesan memiliki irama pukulan berbeda sehingga warga banjar dengan mudah menangkap pesan tersebut dan kemudian meresponsnya sesuai jenis pesannya. Tentu saja irama pukulan tersebut bisa berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya tergantung pada kesepakatan yang mereka buat.
Agar kelihatan lebih indah, menarik serta kokoh, bangunan bale kulkul desa adat di Bali dan bangunan lainnya dibuat dan didesain berukuran lebih kecil semakin ke atas dan kemudian ditempeli ornamen tradisional khas Bali. Paling tidak ia dibuat selaras dengan arsitektur bangunan induknya.
Kendati zaman sudah moderen seperti sekarang ini, sebagian komunikasi sosial bisa saja digantikan dengan telepon atau media sosial secara kolektif, namun kulkul akan tetap difungsikan sebagaimana mestinya sesuai kebutuhan.