Dompet Tebal Jatuh di Aspal, Pelarian Pencopet Berakhir di Sel  

  • Whatsapp
Jembatan
Ilustrasi orang berenang di bawah jembatan. (Montase: Nusaweek)
banner 468x60

ANGIN semilir berhembus sejuk pada suatu siang di pasar seni yang berada I sebuah objek wisata pantai. Suasananya cukup ramai karena itu akhir pekan, jadi banyak wisatawan domestik yang berkunjung. Ada yang berenang, jalan-jalan atau tiduran di atas pasir putih sambil membaca.

Nah, suasana ini dimanfaatkan oleh Pak Dido, seorang copet handal. Matanya yang jeli melihat dompet tebal yang dijepit di ketiak seorang ibu yang sedang sibuk memilih aneka suvenir atau barang cenderamata bersama anaknya. Dengan gerakan cepat dan sigap, Pak Dido berhasil mengambil dompet tersebut tanpa disadari oleh sang pemilik.

Read More

Sambil tersenyum puas, Pak Dido bersiap untuk beranjak dari TKP sambil sesekali menoleh apakah ada orang mengejarnya. Namun, setelah sekitar 20 langkah, tiba-tiba teriakan seorang penjaga keamanan mengagetkannya.

“Copet! Copet! Ada copet!” teriak penjaga keamanan itu sambil menunjuk ke arah Pak Dido.

Mendengar teriakan itu, Pak Dido panik dan berusaha melarikan diri. Dia berlari sekuat tenaga, menerobos kerumunan orang yang ada di pasar seni itu. Teriakan dan keributan semakin mewarnai suasana pasar yang semakin ramai.

Pak Dido berlari tanpa henti, tak memperdulikan apapun di sekitarnya. Dia hanya fokus untuk menghindari kejaran para penjaga keamanan dan warga yang ada di sekitarnya.

Namun, sial baginya, saat berlari dalam suasana panik, dompet yang baru saja dia curi terjatuh dari sakunya tanpa disadari. Lebih parahnya lagi, celana kargo yang karetnya sudah agak molor itu dibuat melorot karena saku kiri dan kanannya sedari tadi penuh barang-barang seperti gantungan kunci dan gelang manik-manik yang dicuri di pasar seni sebelum beraksi mencopet sebuah dompet.

Dompet itu tergeletak di tengah jalan, tepat di depan seorang polisi yang sedang melintas untuk berpatroli. Melihat dompet tergeletak di jalan itu, polisi merasa curiga. Dia pun mengambil dompet tersebut dan membukanya. Di dalam dompet, dia menemukan kartu identitas dan uang tunai yang cukup banyak.

Setelah berhenti dan mengambil dompet itu, polisi itu mendengar deburan air dekat jembatan. Lalu dilihatnya sejumlah warga sedang berlarian menuju arah pak polisi.

“Maaf bapak-bapak, ini ada apa ya, kok berlari ngos-ngosan seperti ini?” tanya polisi tersebut.

“Aaahhh……hhhh…. Ini pak, ada seorang ibu yang kecopetan di pasar seni itu. Pencopetnya sepertinya lari ke arah sini,” kata salah seorang dari warga itu.

“Apa ada orang mencurigakan ke ara sini, ya Pak?” tanya warga lainnya.

“Yaa.. sebentar…sebentar. Ini saya ada menemukan sebuah dompet di jalan sebelah sana. Lalu saya mendengar suara deburan dekat ujung jembatan ini.”

“Ayooo…. Kita periksa kawan-kawan. Ke arah situ….ilalang dekat jembatan itu.”

Semua warga dan polisi itu pun kemudian memeriksa tempat de sekitar jembatan itu. Ada yang memeriksa di semak-semak. Yang lain berlarian ke pinggir sungai.

Tiba-tiba seorang warga berteriak.

“Paak….paak, di sebelah sana ada orang berenang menepi ke pinggir sungai. Ayo kita hampiri. Jangan-jangan itu orang yang kita cari,” seru seorang warga lainnya.

Mereka beramai-ramai menuju pinggiran sungai. Kedua tepinya dijaga. Jembatan dekat muara itu pun menjadi kian ramai. Banyak pelintas yang berhenti dan penasaran ingin mengetahui apa yang terjadi.

Beberapa saat kemudian, si terduga pencopet alias Pak Dido itupun sudah menepi dan didekati warga secara beramai-ramai. Ia hanya mengenakan celada dalam. Sementara celana kargonya lepas di perjalanan karena melorot sebab tali karetnya molor dan beban berat penuh suvenir curian.

*****

Setelah diinterogasi, ternyata memang benar ia mencopet di pasar seni itu dan kini ia diamankan oleh polisi. Pencopet yang seorang residivis kasus yang sama itu pun kembali diringkus. Maksud hati mencuri uang dan suvenir, kini berakhir di kantor polisi. Untunglah ia cepat ditangani polisi. Bila tidak, ia mungkin sudah babak belur dihajar warga.

Kebenaran pula, ibu pemilik dompet itu pun ikut ke situ dan dompetnya dikembalikan oleh pak polisi setelah mencocokkan identitasnya. Sementara itu, si pencopet diborgol dan dibawa ke kantor polisi. Ibu itu merasa gembira dan berterimakasih kepada polisi.

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60